“Bagaimanapun, mudik dengan sepeda motor tidak dianjurkan pemerintah. Disamping itu, sudah selayaknya pemerintah menyediakan lebih banyak daya tampung angkutan massal dengan tarif terjangkau atau menyediakan lebih banyak layanan mudik gratis terutama bagi para pemudik motor,” ucapnya.
Djoko menyampaikan, pemudik harus memperhatikan kapasitas sepeda motor, mempersiapkan kondisi tubuh, serta menerapkan disiplin berkendara. Menurutnya, itu tiga aspek penting dalam melakukan perjalanan mudik.
“Semua kendaraan memiliki risiko saat di jalan. Namun, sepeda motor kendaraan yang paling berisiko atau rentan, karena tubuh kita tidak dilindungi oleh bagian kendaraan tersebut,” tuturnya.
Pemerintah sendiri sudah mendorong pihak swasta, seperti pabrik-pabrik untuk menyediakan mudik gratis bagi karyawannya. Ini dilakukan untuk menekan angka pemudik menggunakan sepeda motor pada lebaran tahun ini.
(Erha Aprili Ramadhoni)