Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ogah Latah, BMW Tak Mau Hentikan Penjualan Mobil Konvensional

Muhamad Fadli Ramadan , Jurnalis-Sabtu, 16 September 2023 |17:35 WIB
Ogah Latah, BMW Tak Mau Hentikan Penjualan Mobil Konvensional
Mesin BWM V12 (Foto: Carscoops)
A
A
A

JAKARTA – Produsen asal Jerman, BMW, tak ingin latah mengikuti jejak produsen lain untuk mulai menghilangkan mobil dengan mesin pembakaran internal (ICE). Dikatakan bahwa mobil listrik dan mobil ICE akan jalan berdampingan di masa depan.

Seperti diketahui, Mercedes-Benz mengatakan bahwa mereka akan fokus menjual mobil listrik berbasis baterai pada 2030. Rencana tersebut juga diikuti oleh Audi yang hanya akan memasarkan mobil listrik pada 2033 di seluruh negara, kecuali China.

Anggota dewan manajemen pengembangan BMW Group, Frank Weber, meyakini model ICE dan EV dapat terus hidup berdampingan di masa depan. Oleh sebab itu, BMW tak ingin menghentikan produksi atau penjualan mobil bensin.

“Kami tidak akan mengumumkan tanggal berakhirnya mesin pembakaran. Kami tidak akan kesulitan dengan merek BMW. Ini sangat, sangat penting bagi kami,” kata Webber seperti dikutip dari Carscoop.

Webber menegaskan akan sangat sulit bagi BMW untuk mengubah merek menjadi produsen kendaraan listrik. Untuk itu, membuat mobil ICE dan mobil listrik jalan berdampingan menjadi cara terbaik dalam memberikan penawaran kepada konsumen.

“Jadi Anda juga akan melihat di masa depan apakah kami hanya menawarkan ICE atau BEV murni, keduanya akan hidup berdampingan di pasar. Anda melihat betapa besar penjulan model ICE dan seberapa besar pertumbuhan BEV, saya pikir kami akan menyatukannya di masa depan untuk 10 atau 15 tahun mendatang,” sambungnya.

Transisi dari kendaraan konvensional ke mobil listrik juga berjalan sangat lambat dan memerlukan waktu panjang. Webber mengatakan ada banyak faktor yang memengaruhi percepatan elektrifikasi, salah satunya sekor perekonomian.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement