Asal-usul historis istilah Blue Moon juga terbagi menjadi dua definisi yang berbeda. Pertama Blue Moon musiman yakni Bulan Purnama ketiga dari salah satu musim astronomis yang di dalamnya terjadi empat kali Bulan Purnama.
Blue Moon musiman terjadi sedikit lebih jarang dari pada Blue Moon bulanan, dalam 1100 tahun antara 1550 dan 2650, ada 408 Blue Moon musiman dan 456 Blue Moon bulanan.
Kedua adalah Blue Moon bulanan, yakni Bulan Purnama kedua dari salah satu bulan di dalam kalender Masehi yang di dalamnya terjadi dua kali Bulan Purnama. Blue Moon bulanan dapat terjadi jika Bulan Purnama terjadi di sekitar awal bulan Masehi.
Hal ini dikarenakan rata-rata lunasi sebesar 29,53 hari lebih pendek dibandingkan dengan 11 bulan dalam kalender Masehi. Meski demikian, baik Blue Moon musiman maupun bulanan terjadi kira-kira setiap dua atau tiga tahun sekali.
(Saliki Dwi Saputra )