Ketika tanduk tumbuh selama musim kawin, rusa jantan akan memamerkan tanduknya dan berusaha menjadi jantan yang dominan. Biasanya, rusa jantan menggunakan tanduk mereka untuk sparring sebagai senjata sehingga dapat membangun dominasi mereka dan bersaing untuk mendapatkan pasangan.
Rusa sendiri tidak akan mengalami rasa sakit ketika tanduknya patah selama siklusnya. Para ahli menyebut rusa hanya akan mengalami gatal-gatal di tanduknya dan tubuh rusa juga akan melindungi dirinya dari infeksi dan kerusakan.
Meski mengalami pendarahan, ini hanya berlangsung kurang dari 24 jam. Dan jumlah pendarahannya tidak ekstensif, rusa akan mengalami keropeng dan akan muncul tanduk baru yang membuatnya lebih kuat dan tampil mempesona.
(Martin Bagya Kertiyasa)