RUSA memang suka mematahkan randuknya sendiri selama akhir musim gugur hingga awal musim dingin. Fenomena ini pun lantas menimbulkan tanda tanya besar di benal banyak orang kenapa ini terjadi?
Sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber, rusa merupakan hewan atau tepatnya mamalia berkuku. Seperti halnya hewan berkuku kebanyakan, ia akan mematahkan tanduk untuk melengkapi siklus hidupnya.
Pelepasan tanduk rusa ini juga sangat berpengaruh pada kadar testosteron di yubuh rusa. Biasanya ketika kadar testosteron turun, sel-sel tulang baru berkembang untuk menghilangkan jaringan tulang yang ada, menyebabkan tanduk rontok.
Rusa secara alami memiliki testosteron lebih rendah selama musim dingin atau awal musim semi. Namun, ada juga alasan lain mengapa kadar testosteron dapat menurun, menyebabkan tanduk rusa patah di luar musimnya.
Di sebagian besar spesies, hanya rusa jantan yang menumbuhkan tanduk saat dewasa. Ini disebabkan oleh pertumbuhan tanduk yang membutuhkan testosteron sehingga hanya rusa jantan yang memilikinya.
Jika testosteron pada manusia memiliki peran untuk mengembangkan jaringan reproduksi dan mempromosikan karakteristik seperti tulang dan massa otot. Pada rusa, testosteron juga memainkan peran penting dalam mencari pasangan.