Menurut sebuah laporan terbaru, sejumlah peneliti telah berhasil menumbuhkan "Tanduk Mini" pada tikus, setelah ditanamkan gen rusa ke dalam genom tikus tersebut.
Hasil dari penelitian tersebut menunjukan bahwa mamalia yang sudah kehilangan kemampuan untuk meregenerasi organ, mungkin masih mengandung beberapa gen regeneratif.
Seperti yang dilansir dari IFL Science, tanduk tersebut tumbuh sekitar 2,75 sentimeter per hari. Tanduk tersebut merupakan salah satu jaringan regenerasi tercepat pada hewan, dan menawarkan gambaran sempurna tentang bagaimana mamalia bisa meregenerasi sel secara teratur.
Penelitian ini juga membuka wawasan baru tentang bagaimana pengobatan regeneratif untuk tulang dapat diaplikasikan.
Untuk membuat obat-obatan regeneratif, peneliti asal negeri Tiongkok, Toa Qin dan rekannya mendalami mekanisme dibalik pertumbuhan tanduk rusa Sika, yang tumbuh kembali setiap tahun. Dengan melakukan hal itu, mereka menciptakan sebuah "atlas" mengenai proses regenerasi tanduk rusa Sika, mengisolasi banyak sel tunggal, dan gen yang sangat penting pada perkembangan jaringan tanduk.