Pertama kebakaran Siberian Taiga tahun 2003 di Rusia tercatat sebagai yang terbesar. Api yang dihasilkan membakar 55 juta hektar. Lalu, kebakaran hutan Australia baru-baru ini menempati posisi kedua.
Kedua bencana ini menjadi penyebab erosi yang signifikan pada lapisan ozon. Tahun 2022, Solomon dan rekan-rekannya menunjukkan bahwa asap kebakaran hutan dapat menyebabkan tingkat nitrogen dioksida di stratosfer turun drastis. Hal ini bisa memicu efek domino yang pada akhirnya mendorong penipisan ozon secara kimiawi.
"Begitu Anda memiliki lebih sedikit nitrogen dioksida, Anda harus memiliki lebih banyak klorin monoksida, dan itu akan menguras ozon," jelas Solomon.
Jika kebakaran hutan terjadi terus menerus akan berakibat pada kondisi di mana ozon tidak memiliki waktu untuk pulih dari efek buruk asap. Maka penting untuk membuatnya kembali pulih agar kehidupan di Bumi bisa terlindungi dari radiasi matahari.
(DRA)
(Andera Wiyakintra)