Dilansir dari Science Alert, studi baru tentang kebakaran besar di Australia ini menemukan bahwa partikel asap di stratosfer dapat menipiskan lapisan ozon selama lebih dari setahun. Jika usia partikel semakin bertambah, mereka berpotensi akan menjadi lebih merusak.
Temuan ini menjelaskan alasan mengapa ada efek lambat pada penebalan lapisan ozon setelah aktivitas kebakaran hutan. Kebakaran hutan Australia 2019-2020 menghasilkan lebih dari satu juta ton asap ke atmosfer.
Para peneliti memperkirakan bahwa partikel asap di bulan September 2020 telah melebarkan lubang ozon sekitar 2,5 juta kilometer persegi, naik 10% dari tahun sebelumnya.
"Kebakaran Australia tahun 2020 benar-benar menjadi peringatan bagi komunitas sains," kata ilmuwan iklim Susan Solomon dari MIT.
Dalam dua dekade terakhir, empat kebakaran hutan terbesar dalam sejarah manusia telah terjadi di dua belahan bumi.