JAKARTA - Sejarah PO Putera Mulya dimulai PH. Seogiyono di Wonogiri, Jawa Tengah, pada 1985. Kala itu, dia fokus di pasar antarkota dalam provinsi (AKDP) dengan menjajal rute Ngadirojo-Jatipuro-Wonogiri-Jatisrono.
Dari yang awalnya hanya mengandalkan dua unit microbus, PO Putera Mulya mulai bermain di antarkota antarprovinsi (AKAP), pada 2000. Kala itu, ada dua rute utama yang dijajaki PO bus ini, Ponorogo-Jakarta dan Ponorogo-Lampung.
PO Putera Mulya kemudian bermitra dengan perusahaan pengiriman barang milik Glen Adiprana Widodo, PT Timur Terang Transindo. PO bus ini kemudian bertransformasi menjadi PO Putera Mulya Sejahtera, pada 2011.
Dengan ‘wajah baru’ tersebut, PO bus itu beroperasi dengan mengandalkan enam unit Mercedes-Benz O500R dan empat unit Hino R-260. Pada 2016, mereka semakin gesit berekspansi dengan mendatangkan dua unit Jetbus 2+ Super Double Decker.

Sejarah PO Putera Mulya. (Foto: Instagram/@scaniajowo)
Bus rancangan Adiputro itu mengandalkan sasis Scania dan digunakan untuk melayani rute Jakarta-Wonogiri. Hal ini membuat PO Putera Mulya menjadi PO bus pertama yang menggunakan double decker di Tol Trans Jawa.