Namun menurut Russel sebenarnya yang digenggam oleh sang wanita adalah sebuah buku kecil. Dalam hal ini, Russel menyebut kemajuan zaman saat ini telah merubah interpretasi lukisan sehingga tampak berjalan dengan kepala tertunduk, asyik dengan smartphone.
“Yang paling mengejutkan saya adalah seberapa besar perubahan teknologi telah mengubah interpretasi lukisan, dan dengan cara tertentu telah meningkatkan seluruh konteksnya,” ungkap Russell.
Perubahan besar adalah bahwa pada tahun 1850 atau 1860, setiap siapa saja yang melihat lukisan akan mengidentifikasi item yang digenggam wanita itu sebagai buku himne atau doa. Namun saat ini, orang modern mengartikannya berbeda.
Tidak sulit melihat kemiripan dengan adegan seorang wanita yang asyik di media sosial di smartphone mereka. Selain menduga itu adalah iPhone, netizen juga menyebut itu adalah ponsel nokia yang tidak dapat dihancurkan.
(Ahmad Muhajir)