MOBIL dengan sistem keyless entry memiliki risiko pencurian yang lebih tinggi karena sebagian pemilik mobil tidak menjaga dengan baik kunci mereka.
Temuan terbaru datang dari AA Insurance, yang memperingatkan pengemudi mobil dan van dengan sistem keyless entry agar lebih waspada terhadap pencurian.
Pasalnya, para pencuri hanya memerlukan waktu beberapa detik saja untuk melakukan pembobolan dengan menggunakan alat yang mampu menangkap sinyal yang dipancarkan.
BACA JUGA:Mampir di GIIAS 2022, Anthony Ginting Cerita Fitur Mobil yang Jadi Andalannya
Dan canggihnya lagi, alat ini memungkinkan mereka mengambil mobil tanpa menyebabkan kerusakan.
Seperti dilansir dari Fleet News, Rabu (17/8/2022), AA Insurance memaparkan tingkat pencurian dengan metode ini telah meningkat secara signifikan selama beberapa tahun terakhir.
Angka dari ONS menunjukkan pencurian kendaraan naik 22% pada tahun keuangan 2021/22 dibandingkan dengan 2020/21, di mana 94% di antaranya merupakan pencurian mobil keyless.
Bisa dikayakan bahwa ini sudah mencapai titik tertinggi sepanjang masa.
Survei mencatat, sebagian pemilik mobil menggunakan cara yang kurang efektif untuk menjaga keyless mereka. Sebesar 22% hanya menaruhnya di kantong dengan lapisan wire mesh untuk menghalangi sinyal.
Beberapa pemilik mobil menggunakan kotak logam (9%) dan brankas (7%), sementara beberapa membungkus kunci mobil mereka dengan kertas timah (1%) atau menyimpannya dalam microwave (1%).
BACA JUGA:Tampil di GIIAS 2022, Intip Penampakan Mobil Listrik New MG ZS EV
Gus Park, Managing Director AA Insurance Services, mengatakan kunci selalu menjadi bagian paling rentan dari mobil dalam hal keamanan, tetapi banyak yang tidak menyadari seberapa penting melindunginya.
Menurutnya, pencuri mobil telah menggunakan teknologi tinggi selama beberapa waktu, namun pengemudi masih tidak menyadari risiko seputar mobil masuk tanpa kunci.