JAKARTA - Apple kerap mengklaim App Store-nya sangat aman. Namun, nyatanya seorang ahli menemukan beberapa aplikasi mengandung malware yang dapat mengambil alih perangkat korban.
Raksasa teknologi ini, tampaknya gegabah karena sebenarnya toko aplikasinya belum kebal terhadap malware. Dan parahnya lagi banyak dari aplikasi berbahaya yang mengandung malware ini berasal dari China.
Dilansir dari TechSpot, Senin (15/8/2022), peneliti dari Privacy 1st, Alex Kleber, menganalisis tujuh akun pengembang Apple yang berbeda, semuanya dikelola oleh pengembang asal China yang sama.
Mereka mencatat, aplikasi telah menyalahgunakan Mac App Store dalam beberapa cara, yang paling umum adalah aplikasi tersebut mengandung malware tersembunyi yang dapat menerima perintah dari server (perintah-dan-kontrol).
Ini memungkinkan aplikasi untuk melewati pemeriksaan keamanan awal App Store sebelum malware diaktifkan.
Di beberapa aplikasi, tim peninjau Apple melihat antarmuka pengguna yang sama sekali berbeda dari apa yang muncul di versi final, karena pengembang dapat mengubah UI dari jarak jauh.
Aplikasi berkomunikasi dengan layanan populer seperti Cloudflare dan GoDaddy untuk menyembunyikan penyedia hosting mereka. Ditemukan juga bahwa kebijakan privasi mereka menggunakan situs web Google gratis.
Selain itu, mereka semua menggunakan kata sandi yang sama untuk mendekripsi file JSON yang digunakan untuk menipu tim peninjau Apple, sehingga mengonfirmasi bahwa mereka berasal dari pengembang yang sama.