Hal itu untuk menjaga stabilitas permintaan pelanggan dan menjaga harga di pasaran meski produknya belum dirilis, dan berkat strategi itu kini Nothing Phone (1) sudah menghasilkan 3000 dolar AS (Rp44,9 juta).
Direktur riset IDC Navkendar Singh mengatakan Nothing dinilai akan bersaing ketat dengan ponsel- ponsel nama besar seperti Samsung, Xiaomi, Oppo dan Vivo.
Riset dari Gartner menyebutkan perkiraan pasar ponsel global mengalami penurunan sebesar 7,1 persen dari pertumbuhan 2,2 persen.
Kepala Analis CCS Insight Ben Wood menyebutkan kompetisi akan semakin terasa mengingat dua produsen ponsel pintar besar yaitu Apple dan Samsung menguasai banyak pasar di banyak negara.
"Tambahkan situasi ekonomi makro saat ini dan tekanan biaya hidup dan itu berarti membuat pasar ini sukses sebagai tantangan besar," kata Ben.
(Ahmad Muhajir)