Saat mereka kehilangan fokus karena situasi mendesak, penipu akan meminta korban memberikan data pribadi seperti nomor kartu kredit supaya transaksi tersebut batal.
Firma tersebut menemukan sekitar 350.000 email vishing dari Maret sampai Juni 2022 secara global.
Supaya tidak terjebak vishing, teliti alamat email pengirim ketika mendapatkan pemberitahuan yang mendesak atau mencurigakan.
Biasanya penipu memberikan kata-kata "urgen" atau "perlu segera ditangani" pada judul email. Salah satu cara mengenali penipuan adalah dengan memperhatikan ejaan.
Seringkali email penipuan ditulis dengan tata bahasa yang sembarangan atau kalimatnya terasa janggal, seperti menggunakan mesin penerjemahan.
Jika telanjur menelepon, ingat bahwa perusahaan resmi tidak akan pernah meminta data pribadi seperti nomor PIN atau rincian kartu kredit.
(Ahmad Muhajir)