Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Temuan Baru Celah Keamanan WhatsApp, Peretas Bisa Bajak Akun Lewat Telepon

Tangguh Yudha , Jurnalis-Senin, 30 Mei 2022 |13:00 WIB
Temuan Baru Celah Keamanan WhatsApp, Peretas Bisa Bajak Akun Lewat Telepon
Temuan baru celah keamanan WhatsApp, peretas bisa bajak akun lewat telepon (Foto: Mashable)
A
A
A

JAKARTA - Peneliti keamanan siber dari CloudSEK, mengaku berhasil mendeteksi adanya celah keamanan yang memungkinkan peretas membajak akun WhatsApp.

Dikutip dari Gizchina, Senin (30/5/2022), sialnya celah ini memungkinkan para hacker untuk meretas akun WhatsApp hanya menggunakan cara yang sangat sederhana.

Dikatakan, jika para peretas bisa melancarkan aksinya hanya lewat panggilan telepon saja.

Peneliti mengungkap, modus operasinya sangat sederhana, peretas akan secara acak melakukan panggilan kepada pengguna dan mencoba meyakinkan mereka untuk menghubungi nomor tertentu.

Jika korban terbujuk untuk melakukannya, maka mereka bakal langsung terlogout dari akun WhatsApp mereka.

Artinya, nomor yang ditelpon ini merupakan gerbang bagi peretas untuk mengendalikan akun korban.

"Karena penyedia layanan di seluruh dunia menggunakan angka yang dimulai dengan '67' atau '405'; korban cenderung menelepon tanpa ragu-ragu,” kata peneliti CloudSEK.

“Begitu peretas mendapatkan akses ke akun, mereka akan meminta uang dari kontak korban. Dengan cara ini, peretas menipu kontak WhatsApp korban bahkan sebelum korban menyadarinya," jelasnya.

Membajak akun WhatsApp memang dapat dilakukan dengan cepat. Apalagi, sejak akhir 2021 WhatsApp mengesahkan transaksi dalam mata uang kripto melalui integrasi dompet digital Novi di aplikasi.

Bagaimanapun, tidak banyak yang dapat dilakukan untuk melindungi diri dari penipuan semacam ini.

Selalu aktifkan otentikasi dua faktor, serta jangan pernah menerima panggilan dari kontak yang tidak dikenal di WhatsApp.

(Ahmad Muhajir)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement