4. Kirim Email dengan Banyak Lampiran
Banyaknya lampiran yang dikirim bisa mengakibatkan email masuk spam. Apalagi kalau file lampiran yang disertakan dianggap mengandung malware dan virus.
Jika memang perlu mengirimkan lampiran, jangan terlalu banyak atau gunakan alternatif lain. Misalnya, menguploadnya terlebih dulu di Google Drive atau Dropbox, lalu sisipkan link lampiran ke email.
5. Struktur Email Tak Tepat
Struktur email harus baik agar terlihat menark. Artinya, pengirim perlu mengatur elemen seperti gambar, video, atau font tulisan dalam email tersebut.
6. Nama Pengirim Tak Tepat
Email masuk ke spam bisa disebabkan karena informasi nama pengirim tidak tepat, atau kesalahan saat input, misalnya jika menggunakan plugin contact form.
Kalau ini terjadi, cara menanganinya tinggal Klik plugin Contact Form di dashboard, lalu klik tab Mail. Pastikan kolom “From” merupakan alamat email admit website.
7. Belum Mengatur Autentikasi Email Otomatis
Ketika menggunakan layanan email otomatis, email akan dikirimkan dengan nama domain pengirim. Email ini, bisa dianggap spam oleh penerima kalau pengaturannya tidak pas.
Oleh karenanya, perlu melakukan pengaturan autentikasi email yang tepat. Ada beberapa cara autentikasi email yang bisa dilakukan, yaitu SPF (Sender Policy Framework) atau DKIM (Domain Key Identified Mail).
8. Penerima Tandai Email sebagai Spam
Penyebab lain kenapa email masuk spam adalah karena penerima menandai email sebagai spam. Kalau sudah begini tidak bisa diatasi lagi.
9. Tak Punya Izin dari Penerima
Meminta izin sebelum mengirim email bisa menjadi solusinya. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan formulir online yang diisi oleh audiens sendiri.
(Ahmad Muhajir)