JAKARTA - Kelompok hacker Korea Utara (Korut), Lazarus, dilaporkan berhasil menghindari mekanisme keamanan dengan memanfaatkan celah pada update di Windows untuk menyebarkan malware.
Disadur dari Tomshardware, Senin (31/1/2022), kelompok pemerhati keamanan siber Malwarebytes Labs mengatakan, tindakan terbaru Lazarus menyusupkan malware pada dokumen Word dengan teknik spear-phising.
Disebutkan, tujuan Lazarus adalah untuk menyusup ke entitas pemerintah yang berspesialisasi dalam pertahanan dan kedirgantaraan, serta mencuri sebanyak mungkin data intelijen.
Serangkaian malware yang tertanam dalam dokumen Word mulai menyusup ke sistem setelah diaktifkan, dan akan segera menyematkan kode ke sistem startup komputer untuk memastikan restart tidak mematikan virus.
Menariknya, bagian dari proses injeksi menggunakan Windows Update Client untuk menginstal DLL berbahaya. Ini dinilai sangat jenius karena teknik ini menghindari sistem deteksi keamanan.