Semakin ringan bobot, jauh ditempuh tambah panjang. Selain itu juga tidak mengandung zat-zat berbahaya untuk manusia.
Tingkat “self-discharge” Li-ion termasuk rendah. Lebih baik daripada baterai lainnya dalam mempertahankan kemampuan untuk menahan muatan penuh.
Sebagian besar baterai Li-ion juga dapat didaur ulang. Lebih sesuai dengan pilihan mobil listrik yang mengampanyekan nilai ramah lingkungan. Mobil BEV dan PHEV adalah jenis mobil listrik yang paling banyak menggunakan baterai jenis ini. Selain itu, Nissan Kicks e-Power juga sudah menggunakan baterai lithium-ion.
Baterai lithium-ion yang digunakan pada mobil listrik berjenis lithium manganese oxide (LMO), lithium nickel manganese oxide (NMC), lithium nickel cobalt alumunium oxide (NCA) dan lithium titanate oxide (LTO).
(Kurniawati Hasjanah)