Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Merokok dalam Mobil, Ini 4 Dampak Buruknya!

Intan Rakhmayanti Dewi , Jurnalis-Selasa, 28 September 2021 |16:51 WIB
Jangan Merokok dalam Mobil, Ini 4 Dampak Buruknya!
Ilustrasi merokok di mobil (Istimewa)
A
A
A

BANYAK orang nekat merokok dalam mobil, baik saat menyetir atau jadi penumpang. Padahal, perilaku tersebut berdampak buruk, bukan hanya bagi perokok dan orang di dekatnya, tapi juga terhadap kendaraan.

Pasalnya, bau rokok yang menempel di seluruh ruang kabin mobil sulit dihilangkan. Belum lagi soal keselamatan dalam berkendara di jalan.

Baca juga:  Kebiasaan Merokok dalam Mobil Bikin Harga Kendaraan Anjlok, Kok Bisa?

Berikut adalah sejumlah hal yang bisa terjadi jika merokok di dalam mobil, dikutip dari Auto2000 :

1. Mengganggu pengemudi dan pengguna lain

Merokok saat menyetir dapat menyebabkan konsentrasi berkurang karena harus memperhatikan pegangan tangan pada rokok, termasuk membuang abu rokok yang tersisa.

 

Belum lagi embusan asap yang dikeluarkan ketika merokok akan mengganggu pandangan di dalam mobil. Meski hanya sebenta, teralihnya perhatian dapat membahayakan keselamatan jika di depan mobil ada masalah.

 Baca juga: Kenali Bahaya Merokok di Dalam Mobil & Sanksi yang Bisa Merugikan

Selain itu, bekas abu rokok yang dibuang keluar atau tertiup angin juga membahayakan pengguna jalan lain, apalagi kalau masih ada bara apinya.

2. Meninggalkan bau tidak sedap di dalam mobil

Asap rokok akan bertahan dan menempel di berbagai sudut kabin mobil, terutama area kokpit seperti dasbor, setir, dan panel pintu depan.

Aroma tidak sedap khas nikotin bakal terus menempel dan akan sangat sulit dihilangkan sampai kapanpun. Coba perhatikan atap kabin mobil, jika ada bercak kuning berarti pemiliknya gemar merokok di dalam mobil. Tidak hanya mengganggu, tapi juga membuat kabin tidak nyaman, terutama bagi anak kecil dan orang lanjut usia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement