SETIAP kendaraan membutuhkan oli untuk mengoptimalkan performanya. Tapi tak jarang pemilik kendaraan yang tidak rutin atau telat mengganti oli. Padahal, efeknya bisa fatal.
Oli mesin sendiri bertugas meminimalisir friksi atau gesekan di dalam mesin. Cairan ini juga senantiasa menjaga mesin bekerja secara mulus dan presisi dengan melumasi bagian-bagian logam yang bergesekan.
Baca juga: Ganti Oli Motor Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah, Ikuti 5 Langkah Berikut Ini
Dengan demikian, mesin jadi terhindar dari kondisi keausan dan panas yang berlebihan. Namun, oli punya usia pakai yang tidak panjang, maka dari itu komponen berbentuk cair ini masuk sebagai golongan fast moving.

Oli mesin mobil kualitasnya akan terus menurun dan makin kotor seiring dengan tingginya angka odometer, sehingga harus diganti pada periode waktu atau jarak tempuh tertentu.
Berikut akibat telat atau tidak rutin mengganti oli mobil, dilansir dari laman Auto2000, Kamis (9/9/2021).
Boros bahan bakar
Friksi yang terjadi antara komponen-komponen pada mesin mobil akan berkurang dengan adanya oli mobil sebagai pelumas. Gesekan yang halus akan membuat performa kerja mobil semakin meningkat.
Baca juga: 7 Tanda Oli Mobil Kekurangan Volume dan Efeknya
Oli mesin mobil yang jarang diganti akan berpengaruh dan membuat gesekan akan semakin kuat dan tarikan akan semakin berat. Hal tersebut menyebabkan mesin memerlukan tenaga yang lebih besar untuk bekerja. Dengan demikian bensin akan lebih banyak dikonsumsi.