Charpentier kemudian memublikasikan temuannya pada 2011. Pada tahun yang sama ia memulai kolaborasinya bersama Jennifer Doudna, seorang ahli biokimia yang berpengalaman tentang RNA. Kerja sama mereka berhasil menciptakan gunting genetik bakteri.
Sejak Charpentier dan Doudna menemukan gunting genetik tersebut pada 2012, alat ini sudah banyak digunakan dan berkontribusi penting dalam berbagai penelitian. Selain itu juga memberi dampak besar terhadap kehidupan manusia.
Baca juga: 59 Peti Mati Berisi Mumi Berusia 2.600 Tahun Ditemukan di Mesir
(Hantoro)