PARA astronom peneliti untuk pertama kalinya mengukur jarak langsung magnetar di Bima Sakti dari Bumi. Magnetar adalah bintang neutron di mana inti yang runtuh telah menjadi supernova dengan medan magnet yang sangat kuat.
Dikutip dari IFL Science, Rabu (23/9/2020), dalam pemberitahuan bulanan di Royal Astronomical Society, tim peneliti menggunakan metode paralaks untuk mengukur jarak. Tim melakukan pengukuran sejak Januari hingga November 2019, kemudian dilakukan lagi pada Maret dan April 2020.
Baca juga: NASA Temukan Planet Pertama yang Diduga Selamat dari Kematian Bintangnya
Hal ini memungkinkan peneliti bisa mengukur posisi di langit ketika Bumi berada di tempat yang berlawanan dalam orbitnya untuk mendeteksi pergeseran penampakan magnetar, posisi relatif terhadap objek lain di latar belakang.
Berkat geometri sederhana, tim peneliti dapat memperkirakan bahwa magnetar XTE J1810-197 terletak 8.100 tahun cahaya dari Bumi.
Hao Ding, mahasiswa pascasarjana di Swinburne University of Technology Australia, mengatakan bahwa itu merupakan pengukuran pertama magnetar. Pengukuran menujukkan salah satu magnetar terdekat yang diketahui terletak sekira 8.100 tahun cahaya dan akan dijadikan target studi di masa mendatang.
Baca juga: Peneliti Amati 288.000 Lebih Bintang untuk Cari Kehidupan di Planet Lain
Tim peneliti menggunakan Very Long Baseline Array (VLBA), jaringan teleskop radio yang membentang dalam bujur dari Kepulauan Virgin hingga Hawaii, dengan beberapa lokasi di seluruh Amerika Serikat yang berdekatan. Mereka berharap dapat menentukan jarak lebih banyak dari objek tersebut, dan bisa memberikan wawasan tentang fast radio bursts (FRB) yang masih misterius.