Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengembangan Baterai Kendaraan Listrik Terhambat Ketersediaan Lithium, Ini Solusinya

Widi Agustian , Jurnalis-Selasa, 01 September 2020 |14:06 WIB
Pengembangan Baterai Kendaraan Listrik Terhambat Ketersediaan Lithium, Ini Solusinya
(Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Pengembangan baterai kendaraan listrik di Indonesia terkendala ketersediaan lithium. Walau begitu, masih ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kendala itu.

Kendaraan listrik menggunakan baterai lithium ion dengan bahan aktif katoda diantaranya melibatkan unsur lithium, nikel, kobalt, mangan dan alumunium. Katoda sendiri, memberikan kontribusi paling tinggi terhadap harga sel baterai lithium yakni sekitar 34%.

Karena itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong agar material tersebut harus diproses di dalam negeri untuk mendapatkan harga yang lebih ekonomis, mengingat Indonesia memiliki sumber daya alam yang berlimpah yang dapat diolah menjadi bahan aktif tersebut.

Kemenperin melalui Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) telah berupaya melakukan upaya substitusi impor di bidang energi, dengan membuat bahan aktif katoda berbasis NMC (nikel-mangan-kobalt).

Baca juga: Tukar Baterai Kendaraan Listrik seperti Tukar Air Galon-

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement