Hal itu yang membuat bintang menjadi tidak seimbang, dan memicu fusi nuklir tak terkendali yang menyebabkan ledakan besar supernova. Seperti yang telah dipelajari dari pengamatan ledakan supernova lainnya, ledakan tersebut cenderung bertahan selama beberapa waktu.
Sedangkan untuk galaksi itu sendiri, Hubble telah berhasil menangkap sebagian besar galaksi dengan sangat detail. Terlihat pusat yang terang benderang, dikelilingi oleh daerah pembentuk bintang dan massa debu dan gas yang muncul sebagai bercak hitam yang melapisi tepinya.
Ini jelas menjadikannya galaksi yang tidak "normal". Teleskop Luar Angkasa Hubble telah beroperasi selama 30 tahun, yang merupakan pencapaian tersendiri.
Dan jika semuanya terus berjalan dengan baik, teleskop diperkirakan akan bertahan hingga 2030 dan bahkan mungkin hingga 2040-an.
(Martin Bagya Kertiyasa)