Sayangnya, keakuratan data yang diperoleh di darat tidak cukup untuk mengonfirmasi bahwa sinyal itu disebabkan oleh exoplanet. Sehingga penggunaan teleskop luar angkasa dibutuhkan, dengan metode transit, teknik deteksi yang berbeda, tim akhirnya dapat mengonfirmasi keberadaan AU Mic b.
Para astronom mengamati dua transit AU Mic b selama misi pertama Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS), pada musim panas tahun 2018. Mereka kemudian mengamati dua kali dengan Spitzer Space Telescope NASA pada 2019.
Karena jumlah cahaya yang diblokir tergantung pada ukuran exoplanet dan jarak dari bintangnya, para ilmuwan menentukan bahwa ukuran AU Mic b adalah sama seperti Neptunus.
AU Mic b melewati di depan bintangnya setiap 8,5 hari.
(Ahmad Luthfi)