Sedangkan untuk level 2, teknologi tersebut hanya menggantikan sebagian fungsi dari pengendara dalam mengendalikan mobilnya. Termasuk pada golongan ini adalah sistem Tesla Autopilot maupun fitur Driver Assistant milik BMW, yang membantu pengendara parkir otomatis dalam jarak tertentu.
Operasional kendaraan otonom baru bisa terlihat secara parsial pada Level 3. Berawal dari kemampuan kendaraan mengolah informasi lingkungan sekitar, untuk mengambil keputusan sebelum mobil bermanuver. Namun, pada situasi tertentu kendali manusia tetap dibutuhkan saat sistem kendara otonom tidak berjalan sepenuhnya.
Memasuki golongan level 4, kendaraan otonom sudah berkemampuan mengintervensi keadaan darurat. Teknologi otonom mobil juga dapat bekerja optimal tanpa interaksi dengan manusia selama mayoritas waktu berkendara. Namun, teknologi mobil otonom seperti Alphabet Waymo, masih beroperasi dalam lingkungan terbatas.
Posisi tertinggi dalam penggolongan ini, yakni teknologi otonom level 5 menjadi muara penelitian yang sedang dilakukan perlahan oleh produsen. Bentuk kendaraan otonom ini diperkirakan tidak mempunyai komponen seperti setir, pedal gas, juga tuas rem.
Selain itu, mobil ini memiliki kebebasan ruang untuk bergerak seperti dilakukan pengemudi manusia pada umumnya.
(Ahmad Luthfi)