Aturan baru ini diumumkan setelah Twitter menerima respons lebih dari 6.500 pengguna dari seluruh dunia tentang bagaimana pihaknya harus mengurus berita palsu.
Selain itu, pihak Twitter juga akan mempertimbangkan persoalan terkait kebebasan berekspresi dan privasi para pengguna platform-nya.
(Ahmad Luthfi)