JAKARTA - Twitter telah mengumumkan aturan baru untuk menindak konten yang dianggap telah sengaja diubah dan digunakan untuk menyebarkan informasi palsu yang dapat menimbulkan bahaya.
Dilansir dari Techradar, Twitter akan mencegah gambar, video, dan audio yang dimanipulasi untuk menipu para pengguna platform-nya. Menurut kabarnya, aturan ini akan berlaku pada 5 Maret.
Twitter menyatakan bahwa konten hasil manipulasi yang tidak dianggap berbahaya hanya akan diberikan label peringatan dan visibilitasnya dikurangi.
“Ini akan menjadi tantangan dan kami akan membuat kesalahan di sepanjang jalan, kami menghargai kesabaran. Namun, kami berkomitmen untuk melakukan ini dengan benar," kata Twitter di blog-nya.