Ia menambahkan menjelaskan bahwasannya akibat bengkoknya dari setang pada piston dapat mengakibatkan piston menabrak blok mesin. Jika hal ini terjadi maka pemilik mobil kemungkinan akan mengeluarkan uang puluhan juta karena harus mengganti mesin dari mobil tersebut.

Selain water hamer, kerusakan pada bagian Electronic Control Unit (ECU) juga menjadi salah satu hal yang terparah jika mobil tersebut terendam banjir. Pasalnya jika ECU tersebut rusak, tak banyak yang bisa memperbaikinya dan harus diganti degan biaya yang cukup mahal.
“Untuk ECU jika harus diganti, memakan biaya paling murah Rp7 juta dan yang paling mahal bisa mencapai sekitar Rp20 juta rupiah,” tambahnya. (MUF)
(Gabriel Abdi Susanto)