TOKYO - Arah kebijakan baru dipilih oleh Mitsubishi Motors terkait pengembangan kendaraan buatannya di masa depan. Produsen berlogo tiga berlian tersebut memutuskan akan berhenti mengembangkan rangkaian mesin diesel baru, serta mengurangi lini produk dengan penggerak berbahan bakar solar itu di masa depan.
Persentase pengurangan produk kendaraan bermesin diesel dari Mitsubishi, disebut akan menurun menjadi kurang dari 20 persen dalam dua sampai tiga tahun ke depan. Pada 2018 lalu, kendaraan bermesin diesel yang dirakit Mitsubishi mencapai 24 persen dari keseluruhan produksi.

Keputusan tersebut tidak akan berdampak signifikan terhadap kendaraan maupun mesin diesel, yang beredar saat ini. Berdasarkan laporan dari Nikkei Asian Review, opsi mesin diesel masih akan digunakan untuk membekali sejumlah model kendaraan SUV dan truk di pasar Amerika Serikat dan Eropa, juga kendaraan penumpang Delica untuk pasar Jepang.
Produksi juga pengembangan diesel terkait model kendaraan untuk pasar Amerika dan Eropa disebut masih akan berjalan sampai Desember 2021. Sementara peluang pembaruan teknologi diesel untuk model andalan dari lini kendaraan saat ini seperti Outlander masih mungkin dilakukan dalam dua tahun ke depan.