JAKARTA - Akses jalan bebas hambatan yang kini makin banyak dan saling terintegrasi, menjadi pilihan tepat bagi pengemudi mobil yang melakukan perjalanan liburan Nataru. Namun gaya agresif pengemudi di jalan tol yang ingin cepat sampai tujuan terkadang mengabaikan keamanan dirinya dan pengguna jalan lain.
Ada baiknya untuk meningkatkan keselamatan selama melakukan perjlanan mudik, pengemudi harus tetap menjaga batas kecepatan yang ditentukan dan menjaga jarak aman antar kendaraan. Sering terjadinya kecelakaan beruntun di jalan tol, diakibatkan karena antar pengemudi tidak menjaga jarak aman antar kendaraan.

Menurut Rifat Sungkar, Direktur Utama Rifat Drive Labs, jika terjadi sesuatu yang menuntut pengereman mendadak, mobil baru benar-benar bisa berhenti paling cepat 2 detik. Rifat mencontohkan, dalam kasus pengereman mendadak, dibutuhkan waktu 0,5 sampai 1 detik mulai mata melihat kejadian lalu dilanjutkan ke otak untuk memerintahkan kaki menginjak pedal rem.

Dengan melajukan kendaraan 100 kilometer per jam, artinya setiap detik kita sudah berpindah sejauh 27,7 meter. Banyak hal yang bisa terjadi dengan jarak dan di kecepatan itu.
Kemudian dari pedal rem diinjak dan sistem di mobil bekerja menahan roda juga membutuhkan waktu 0,5 sampai 1 detik. Terakhir, pengereman juga membutuhkan waktu untuk dapat memberhentikan mobil. Maka jika dalam kecepatan 100 km/jam, hampir 60 meter kendaraan masih melaju bebas ke depan.

Karenanya untuk menjaga jarak aman antar kendaraan pengemudi harus menghitung rentang waktu 3 detik dengan kendaraan di depannya. Saat mobil di depan lewat di tanda statis tersebut, mulailah menghitung, satu dan satu, dua dan dua, tiga dan tiga (3 detik).
Saat menyebut tiga dan tiga, kendaraan kita harus ada di objek statis tadi, maka terciptalah jarak 3 detik, atau bila dengan kecepatan 100 km/jam kira-kira akan menghasilkan jarak 27,7 meter x 3 detik.
(Mufrod)