JAKARTA - Akses jalan bebas hambatan yang kini makin banyak dan saling terintegrasi, menjadi pilihan tepat bagi pengemudi mobil yang melakukan perjalanan liburan Nataru. Namun gaya agresif pengemudi di jalan tol yang ingin cepat sampai tujuan terkadang mengabaikan keamanan dirinya dan pengguna jalan lain.
Ada baiknya untuk meningkatkan keselamatan selama melakukan perjlanan mudik, pengemudi harus tetap menjaga batas kecepatan yang ditentukan dan menjaga jarak aman antar kendaraan. Sering terjadinya kecelakaan beruntun di jalan tol, diakibatkan karena antar pengemudi tidak menjaga jarak aman antar kendaraan.

Menurut Rifat Sungkar, Direktur Utama Rifat Drive Labs, jika terjadi sesuatu yang menuntut pengereman mendadak, mobil baru benar-benar bisa berhenti paling cepat 2 detik. Rifat mencontohkan, dalam kasus pengereman mendadak, dibutuhkan waktu 0,5 sampai 1 detik mulai mata melihat kejadian lalu dilanjutkan ke otak untuk memerintahkan kaki menginjak pedal rem.

Dengan melajukan kendaraan 100 kilometer per jam, artinya setiap detik kita sudah berpindah sejauh 27,7 meter. Banyak hal yang bisa terjadi dengan jarak dan di kecepatan itu.