Selain pengembangan elektrifikasi, penggunaan mobil berteknologi bahan bakar sel hidrogen (fuel cell) bisa menjadi kemungkinan lain. "Pengembangan seperti itu mudah diterapkan, bahkan sudah menjadi salah satu percobaan dengan memakai platform Chevrolet Bolt," ujar Albritton.
Angkatan bersenjata Amerika Serikat sendiri sedang meminta purwarupa kendaraan militer angkut terbaru, selain yang diajukan oleh GM Defense pada Juni lalu. Model tersebut masih menggunakan basis truk pikap Chevrolet Colorado ZR2 dengan mesin diesel berkapasitas 2.8 L dengan daya angkut sampai sembilan orang prjaurit.

Pengujian terhadap kendaraan militer terbaru itu akan menentukan tercapainya kontrak kerjasama yang diumumkan pada Maret 2020 nanti. "Keberadaan teknologi elektrifikasi dan pemakaian sel bahan bakar dapat memberi kendaraan militer jangkauan kemampuan berbeda dalam melakukan tugasnya," ujar Albritton menambahkan.
(Mufrod)