JAKARTA - Penggunaan penyeka kaca depan alias wiper menjadi intensif ketika berkendara di musim hujan. Keberadaan wiper menjadi penting untuk menyapu aliran air serta memudahkan pengemudi mendapatkan jarak pandang ideal, saat menyupir kendaraan di tengah cuaca hujan.
Sejumlah pengendara bahkan mulai menyalakan wiper tersebut ketika air belum membasahi permukaan kaca mobil secara merata. Padahal, kebiasaan seperti itu bisa berdampak pada kondisi perangkat wiper mobil maupun permukaan kaca depan kendaraan.

Menyalakan wiper dalam kondisi kaca belum basah bahkan cenderung berdebu bisa mempengaruhi kondisi karet wiper. "Karena gesekan yang terjadi dari bahan karet dengan kaca sehingga lapisannya bisa aus. Selain itu, gesekan partikel debu misalnya dapat berkaibat pada kaca depan lecet," ujar Technical Service Division Head Astra Daihatsu Motor (ADM), Anjar Rosjadi.
Idealnya pemakaian wiper ini berlangsung saat air sudah menempel merata atau mengaliri permukaan kaca depan mobil. "Sebaiknya penggunaannya juga disesuaikan dengan kondisi hujan yang berlangsung saat berkendara," kata Anjar ketika dihubungi Okezone pada Kamis (19/12/2019).