Selain itu pengendara juga sering mengalami Microsleep, yakni suatu kondisi dimana seorang pengendara merasakan tertidur sejenak karena berkendara dalam kondisi sudah lelah tanpa beristirahat sejenak.
Seperti yang diungkapkan oleh Training Director Jakarta Defensive Driving Center (JDDC), Jusri Pulubuhu mengatakan resiko kecelakaan yang diakibatkan sindrom Highway Hypnosis maupun Microsleep sangatlah besar.

"Tentunya resiko yang dihadapi sangat besar. Terlebih jika berkendara di jalan tol dengan kecepatan tinggi, ketika mata terpejam dalam hitungan sedetik saja maka mobil bisa saja melenceng dari jalur," ujarnya ketika diwawancara oleh Okezone.
Dirinya juga mengungkapkan perlunya kedisplinan dan kesadaran diri bagi para pengemudi untuk menepi sesaat ketika badan sudah lelah dan mata mulai mengantuk.

"Bagi pengendara harus bijaksana ketika sedang mengemudi, kalau memang sudah lelah maka menepilah sebentar dan beristirahat, jangan dipaksakan," lanjutnya.
Maka sangat penting bagi para pengendara untuk selalu memerhatikan kondisi badan agar selalu tetap prima, sehingga perjalanan menjadi lancar dan terhindar dari resiko yang tak diinginkan.
(Mufrod)