Di negara penghasil gula tebu yang besar seperti Brazil, angka penjualan FFV (flexible fuel vehicle) yang digerakan oleh campuran bensin dan etanol dapat melampaui angka penjualan mobil yang menggunakan bensin konvensional.

Bahkan di negara maju seperti Jepang telah memulai lebih dulu dalam melakukan pengembangan bahan bakar etanol. Ketika mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengumumkan kabinet baru pada pemerintahannya tahun 2006, terdapat salah satu program kerjanya yang mendukung rencana peningkatan penggunaan bahan bakar etanol.
Dalam program yang disusun dalam pemerintahan Jepang saat itu memiliki satu tujuan utama untuk mengurangi ketergantungan pada minyak impor sekitar 50% dari energi yang dibutuhkan menjadi kurang dari 40% sebelum tahun 2030 mendatang.