Mereka menemukan bahwa 10 ibu yang terpapar partikel karbon hitam residensial tingkat tinggi, mencapai 2,42 mikrogram per meter kubik.
Partikel karbon hitam dilepaskan setiap hari ke udara, sebagian besar dari pembakaran bahan bakar fosil. Diperkirakan ini dapat memiliki efek merugikan pada hasil kehamilan, termasuk peningkatan keguguran dan kelahiran prematur.
Para peneliti mengatakan penting untuk memahami apakah partikel-partikel polusi udara ini mempengaruhi kehamilan secara langsung atau dengan memicu respons dalam tubuh ibu.
Baca Juga: Snapchat Hadirkan Mode Kamera 3D untuk Pengguna iPhone
Baca Juga: Samsung Ungkap Penjualan Galaxy Note 10 di Korea Selatan
(Ahmad Luthfi)