JAKARTA - Mengemudi selama bulan ramadan tentu tak seperti hari biasanya, menahan emosi ditengah kondisi fisik tubuh yang kurang terjaga karena harus menahan lapar dan haus, menjadi tantangan yang harus tetap dijalankan pengemudi selama berkendara di jalan raya.
Meski pada kondisi tubuh seperti itu selama bulan ramadan, dinilai banyak menimbulkan risiko terjadinya kecelakaan yang bisa diakibatkan karena faktor konsentrasi yang menurun akibat perubahan kondisi tubuh selama berpuasa.

Kondisi pengemudi yang berpuasa menurut dr. Daniel Bramantyo, dari Rumah Sakit Pertamina Jaya, berpuasa selama belasan jam, kadar gula darah dalam tubuh akan mengalami penurunan dan berpotensi mengalami dehidrasi. Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang merasa lelah dan menjadi tidak sabar.
“Kondisi tubuh biasanya menjadi lebih lemas pada saat berpuasa, dan tentunya akan mempengaruhi kekuatan dan ketahanan saat mengemudi. Puasa dapat mempengaruhi fungsi kognitif dan memiliki efek langsung seperti kurangnya konsentrasi, menguap, dan mengantuk yang membuat pengendara tak menyadari keberadaan rambu lalu lintas,”