Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengendara Dilarang Merokok karena Kurangi Konsentrasi, Relevankah?

Mufrod , Jurnalis-Senin, 01 April 2019 |13:43 WIB
Pengendara Dilarang Merokok karena Kurangi Konsentrasi, Relevankah?
Orang berkendara sambil merokok (Foto: Hipwee)
A
A
A

JAKARTA - Larangan berkendara sambil menghisap rokok menjadi larangan yang sudah mulai diterapkan oleh pemerintah. Kegiatan merokok sambil berkendara dinilai dapat menimbulkan risiko kecelakaan, karena kurangnya konsentrasi.

Langkah aturan tersebut dinilai Jusri Pulubuhu, Founder and Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), sangat tepat dan memang sangat berisiko besar terhadap risiko terjadinya kecelakaan di jalan raya karena kurangnya konsentrasi pada pengendara.

"Pengendara yang merokok sambil mengendalikan kendaraan baik roda dua atau roda empat, merupakan kegiatan multi tasking yang tidak semuanya bisa dikontrol oleh manusia, dua kegiatan yang dilakukan secara bersamaan akan berdampak menurunnya konsentrasi jika keduanya berjalan bersamaan," kata Jusri saat dihubungi Okezone, Senin (1/4/2019).

 

Lebih lanjut ia menerangkan, pengemudi dan pengendara merupakan objek statis dimana posisinya diam namun bergerak menggunakan suatu benda atau kendaraan. Tetapi mencerna setiap pergerakan pengendara lain di jalan raya.

Karenanya dalam kondisi tersebut, jika pengendara menambahkan aktifitas lain seperti merokok, tentu akan menurunkan konsentrasi dimana akan terjadi keterbatasan dalam melihat dan membaca pergerakan dari pengendara lainnya. Inilah yang menjadikan risiko kecelakaan terjadi.

"Berkendara dengan cara multi tasking tidak bisa diterapkan di jalan raya, karena kemampuan berkendara setiap orang berbeda dan tetap akan berisiko terhadap terjadinya kecelakaan," tutup Jusri.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement