Baca juga: Ini Bintang Tercepat di Galaksi Bima Sakti
Bima Sakti menyerap sistem yang lebih kecil, meninggalkan aliran bintang yang bertebaran.
"Rasanya menyenangkan sekali menemukan begitu banyak aliran bintang. Kami bisa menggunakan aliran tersebut untuk mengukur jumlah, distribusi, dan ‘kegumpalan’ materi gelap di Bima Sakti,” kata ahli astrofisika, Alex Drlica-Wagner, dari Fermilab dan Kavli Institute for Cosmological Physics di Chicago.
Tim ini bekerjasama dengan beberapa sekolah di Cile dan Australia untuk menemukan nama aliran baru. Mereka berencana memberikan nama yang berhubungan dengan air, dengan bahasa alamiah.
"Kami tertarik dengan aliran ini karena mereka mengajarkan tentang pembentukan dan struktur Bima Sakti, beserta halo materi gelapnya," ujar Shipp dikutip dari Daily Mail, Selasa (16/1/2018).
(Ahmad Luthfi)