JAKARTA – Inframerah kini memang tak banyak lagi digunakan oleh pengguna ponsel untuk mentransfer data. Meski begitu, teknologi ini sejatinya masih banyak diterapkan untuk mendukung fitur smartphone.
Misalnya saja pada teknologi pemindai wajah yang digunakan oleh Apple pada flagship-nya iPhone X. Teknologi itu tak akan bisa berjalan tanpa adanya dukungan inframerah.
Inframerah sendiri ditemukan oleh astronom Sir William Herschel pada abad ke-19. Namanya juga melambung setelah ia menemukan planet Uranus. Herschel akrab dengan penemuan Newton bahwa sinar matahari dapat dipisahkan menjadi komponen kromatis terpisah melalui pembiasan kaca prisma.
Ia berhipotesis bahwa warna itu mungkin mengandung tingkat panas yang berbeda, sehingga ia merancang eksperimen untuk menguji teorinya. Herschel melewati sinar matahari melalui kaca prisma untuk menciptakan spektrum dan mengukur suhu dari berbagai warna.
Herschel menggunakan tiga termometer dengan lampu gelap dan meletakkan satu bola lampu di masing-masing warna sementara dua lainnya ditempatkan di luar spektrum sebagai kontrol.