(Baca juga: Nah Loh, di Australia Tidak Ada Lagi Pabrik Mobil)
Penutupan pabrik membuat sejumlah pekerja dirumahkan, namun Bernhard memastikan hal tersebut tidak akan terjadi. Dirinya mengatakan bahwa 85 persen pekerja telah berhasil dialihkan ke pekerjaan lain. "kami telah bekerja sama erat dengan orang-orang kami. Pusat peralihan karyawan akan tetap terbuka setidaknya selama dua tahun lagi sehingga semua karyawan Holden dan supply chain memiliki kesempatan terbaik untuk melakukan transisi," terang Bernhard mengutip Carscoops.
Terlepas dari berakhirnya produksi Australia, Holden masih akan terus mempekerjakan sekira 1.000 orang termasuk tim desain dan tim engineering.
(Baca juga: Toyota Resmi Tutup Pabrik Mobil di Australia, Ini Penyebabnya)
Sama seperti Ford dan Toyota, GM terpaksa menutup pabriknya karena biaya tenaga kerja yang tinggi. Selain itu tarif impor, sebagian besar produsen mengekspor mobil mereka ke Australia tidak di kenakan tarif, sedangkan yang memiliki pabrik di sana harus membayar tenaga kerja dengan harga yang tinggi. Dari situ jelas terlihat mana yang lebih menguntungkan prusahaan. (san)
(Anton Suhartono)