Latifa Al Shaalan, anggota dewan syuro, sebuah lembaga penasihat Arab Saudi, menjelaskan, pencabutan larangan ini akan lebih menguatkan peran pekerja perempuan di sektor swasta.
(Baca juga: Larangan Nyetir bagi Wanita Dicabut, Penjualan Mobil di Arab Saudi Bisa Naik 20%)
"Ini adalah hari yang bersejarah. Saya sampai tidak bisa berkata-kata untuk mengekspresikan perasaan saya serta perasaan ribuan perempuan Arab Saudi lainnya," kata dia.
Perjuangan agar perempuan diperbolehkan menyetir mobil di Arab Saudi sudah dikampanyekan kalangan aktivis di negara itu sejak 25 tahun lalu.
Sementara itu, pencabutan larangan mengemudi bagi perempuan ini diprediksi akan memberikan dampak besar bagi bisnis automotif di negara kaya minyak itu. Penjualan mobil diperkirakan akan meningkat pada 2018, seiring dimulainya penerapan pencabutan larangan tersebut pada Juni.