Dalam uji coba bus di-setting melaju dengan kecepatan 10 kilometer per jam. Tapi seorang warga yang ikut dalam uji coba ini, Susumu, menilai masih terlalu lamban. Ia meminta kecepatannya ditambah menjadi 40 km/jam.
Nishikata bisa menjadi cermin bagaimana gambaran populasi kalangan lanjut usia di Jepang. Di kota itu, sekira sepertiga dari 6.300 penduduknya berusia di atas 65 tahun. Jumlah itu naik 25 persen dalam empat tahun terakhir. Sementara jumlah penduduk secara keseluruhan turun 4,5 persen.
Bus-bus yang ada hanya dapat melayani segelintir warga saja. "Saya khawatir tidak bisa keluar lagi saat saya tidak bisa lagi menyetir," kata seorang warga, Shizu Yuzawa.
"Seiring masyarakat di kota ini semakin tua dan kalangan muda pindah ke kota, akan sulit untuk bisa mendapatkan pertolongan," tambah perempuan berusia 77 tahun yang biasa mengemudikan mobil pikap milik mendiang suaminya itu.
(Anton Suhartono)