FRANKFURT - Di saat pabrikan automotif dunia berlomba-lomba membuat mobil tanpa sopir atau kendaraan otonom, Lamborghini justru santai. Produsen mobil sport asal Italia itu tidak atau belum akan mengikuti jejak para pesaingnya dalam hal membuat mobil yang bisa berjalan sendiri ke tujuan.
Alasannya sudah bisa ditebak. Konsumen membeli Lamborghini karena ingin merasakan sensasi mengendarainya, bukan tinggal duduk manis dan membiarkan komputer yang mengontrol laju kendaraan.
(Baca Juga: Lamborghini Tegas Enggan Produksi Mobil Berteknologi Tanpa Sopir)
"Jika Anda membeli sebuah Lamborghini, Anda membelinya agar bisa menikmati bagaimana mengendarainya," jelas Maurizio Reggiani, kepala departemen R&D Lamborghini, seperti dikutip dari Digital Trends.
Bahkan ia menegaskan, "Jika kita berbicara tentang mobil otonom, saya kira Lamborghini adalah brand terakhir yang akan menawarkannya."
Saat ini Lamborghini menawarkan model sport Huracan dan Aventador. Keduanya sama-sama dipersenjatai dengan mesin gahar dan bukan untuk penggunaan sehari-hari. Konsumennya pun sudah spesifik, mereka ingin merasakan sensasi berkendara dengan tangan memegang setir dan tuas transmisi serta kaki menginjak pedal gas atau rem.
(Baca Juga: Terungkap! Generasi Penerus Lamborghini Aventador Gunakan Motor Listrik)