Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hasil Survei Ungkap Orang Masih Takut Naik Mobil 'Tanpa Sopir', Ini Alasannya

Anton Suhartono , Jurnalis-Minggu, 27 Agustus 2017 |14:07 WIB
Hasil Survei Ungkap Orang Masih Takut Naik Mobil 'Tanpa Sopir', Ini Alasannya
Survei Gartner menyebut mobil semiotonom masih bisa diterima ketimbang fully autonomous (BMW)
A
A
A

CALIFORNIA - Kendaraan berteknologi otonom atau biasa disebut dengan mobil tanpa sopir diyakini akan menjadi tren selepas tahun 2020. Mobil bisa melaju ke tempat tujuan tanpa dikendalikan oleh pengemudi. Penggunanya menjadi dimanjakan karena mereka tidak perlu lagi memperhatikan kondisi sekitar kendaraan sehingga bisa melakukan aktivitas lain di mobil. Pengembangan mobil pintar ini masih terus dilakukan oleh berbagai perusahaan automotif dan teknologi.

(Baca Juga: TOP AUTOS: Produsen Mobil Ramai-Ramai Bikin Teknologi Otonom)

Mobil fully autonomous bisa sepenuhnya berjalan sendiri karena tidak dilengkapi dengan setir serta pedal gas dan rem. Semua pengoperasian sepenuhnya dilakukan oleh komputer. Berbeda dengan mobil semiotonom yang masih tersedia setir dan pedal. Mobil semiotonom saat ini sudah beredar di jalanan, salah satu perusahaan yang memproduksinya adalah Tesla Motors.

(Baca Juga: Butuh Waktu Panjang Hadirkan Mobil Otonom di Indonesia)

Meski mobil tanpa sopir bisa mempermudah tugas penggunanya, namun ternyata banyak orang yang belum mau menggunakannya. Alasan keamanan menjadi faktor utama.

Studi yang dilakukan oleh Gartner yang bertajuk 'Gartner Consumer Trend in Automotive' menyebutkan bahwa sebagian besar responden tidak ingin menggunakan mobil yang sepenuhnya menggunakan teknologi otonom.

(Baca Juga: Survei Membuktikan, Orang Membaca Buku hingga Berhubungan Seks di Mobil Otonom)

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement