Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengapa Tampang Mobil Dibuat Agresif & Marah?

Anton Suhartono , Jurnalis-Kamis, 27 April 2017 |09:09 WIB
Mengapa Tampang Mobil Dibuat Agresif & Marah?
(Carsifu)
A
A
A

HAMBURG - Jika diperhatikan desain bagian depan kebanyakan mobil saat ini menunjukkan raut wajah agresif dan marah. Para produsen memainkan bagian lampu utama, grille, dan bumper untuk membentuk raut wajah yang tajam.

Mengapa produsen mobil lebih memilih karakter negatif untuk mewakili tampang produk mereka ketimbang, desain yang lebih bersahabat?

Jawaban mendasarnya adalah konsumen justru menyukai penampilan yang agresif dan marah. Bahkan, mobil Mini Countryman yang pada 1960-an menggunakan desain wajah yang menyenangkan, kini berubah menjadi buas. Lampu utama mobil mungil itu dibuat seperti tatapan mata reptil.

Desainer mobil dari International School of Design, Cologne, Jerman, Paolo Tumminelli, menerangkan, di abad ke-20 muncul paradigma perubahan penampilan kendaraan. Padahal di masa lalu, ia sempat mengkritik desain yang disebutnya dengan ‘horor’ pada produk kendaraan kontomperor. Namun tuntutan perubahan desain ini tidak bisa dibendung karena merupakan seleda dari konsumen.

Tampang menakutkan pada mobil menyebar dari produk sports car seperti Lamborghini Huracan ke jenis kendaraan lain seperti saloon, compact, bahkan jenis kendaraan keluarga seperti multi purpose vehicle (MPV) dan van.

Desain yang dikembangkan setiap pabrikan berbeda-beda, namun mereka lebih dulu melakukan riset. Bahkan, para produsen sudah menggunakan teknologi canggih untuk mengukur sejauh mana respons masyarakat terhadap desain yang diaplikasikan. Alat canggih yang digunakan adalah pendeteksi pergerakan mata serta gelombang otak. Dengan demikian perusahaan akan mendapatkan data sejujur mungkin tentang reaksi orang ketika melihat desain mereka. Bagian depan kendaraan merupakan posisi paling mudah dan sering dilihat orang.

"Sangat mungkin untuk mengasosiasikan simbol-simbol kejahatan, bahaya, dan agresi, yang lebih umum," jelas Tumminelli, seperti dikutip media online Jerman, Spiegel. Ia menambahkan, para desainer menggunakan ekspresi wajah hewan buas sebagai basic-nya. 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement