Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OKEZONE INNOVATION: Nih, Perjalanan Layanan Pesan Instan Sebelum Lahirnya WhatsApp dan Telegram

Moch Prima Fauzi , Jurnalis-Senin, 14 Agustus 2017 |17:30 WIB
OKEZONE INNOVATION: <i>Nih</i>, Perjalanan Layanan Pesan Instan Sebelum Lahirnya WhatsApp dan Telegram
(Foto: Huffington Post)
A
A
A

JAKARTA - Sistem komunikasi yang dulu sempat populer menggunakan layanan pesan singkat (SMS), kini perlahan mulai ditinggalkan. Pasalnya, bagi kebanyakan generasi millennial, cara komunikasi itu terbilang kuno.

Saat ini mereka lebih gemar menggunakan layanan pesan yang mengandalkan jaringan internet. Hal itu tentunya tak lepas dari pertumbuhan akses internet saat ini. Apalagi, sekarang ini sudah banyak aplikasi yang menyediakan layanan tersebut. Sebut saja WhatsApp, Telegram, Kakao Talk, Bee Talk, WeChat, LINE, dan lain-lain.

Meski demikian, hadirnya penyedia layanan seperti WhatsApp dan kawan-kawan sebenarnya telah dimulai pada era 90-an. Sementara konsep awalnya muncul pada era 60-an.

Baca juga: Wuiih.. Cikal Bakal Terciptanya AC, Berawal dari Mesin Pembuat Es

Sebuah sistem bernama Compatible Time-Sharing System (CTSS) diciptakan di Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada 1961. Dikutip dari laman Mashable, Senin (14/8/2017), dengan sistem tersebut orang-orang dapat saling berkomunikasi hingga mencapai 30 anggota.

Konsep komunikasi yang mengandalkan jaringan internet itu sebenarnya mirip dengan e-mail saat ini. Hingga 1965, CTSS telah memiliki register pengguna dari MIT dan universitas lain hingga mencapai ratusan.

Kemudian pada 1980-an, MIT mengembangkan Zephyr Notification Service melalui proyek bernama Athena. Program tersebut digunakan untuk melihat lokasi dan mengirimkan pesan kepada pengguna.

Setelah itu, layanan perpesanan pun mulai dimonetisasi dengan hadirnya Commodore 64 yang juga termasuk layanan internet, Quantum Link, yang kini dikenal sebagai AOL. Dengan Quantum Link (Q-Link), pengguna bisa berkirim pesan melalui modem dengan biaya langganan.

AOL kemudian meluncurkan AIM yang saat itu menjadi salah satu layanan terpopuler. AIM dapat memungkinkan pengguna untuk berkirim pesan, memasang profil, serta beragam fitur lainnya.

Setelah kemunculan AIM, Yahoo! mulai menjajaki bisnis serupa dengan menghadirkan Yahoo! Messenger pada 1998. Di tahun yang sama, layanan perpesanan lainnya juga muncul dengan nama Pidgin.

Baca juga: Mimpi Indonesia Miliki Pesawat Buatan Negeri Melalui N-250

Setahun setelahnya, Microsoft merilis MSN Messenger pada 1999 yang juga populer di kalangan netizen saat itu. Pada 2005, Microsoft kemudian mengubah namanya menjadi Windwos Live Messenger.

Barulah pada era 2000-an, layanan perpesanan instan mulai berkembang. Apple meluncurkan iChat untuk sistem operasi OS X pada 2002. Kemudian pada 2003, Skype muncul dengan komunikasi video. Google menyusul pada 2005 dengan layanan Google Talk.

Tiga tahun kemudian atau tepatnya pada 2008, Facebook muncul dengan layanan chatting, disusul WhatsApp (2009), dan Telegram (2013). Selain beberapa layanan pesan instan tersebut, ada pula layanan serupa lainnya seperti Bee Talk, Kakao Talk, WeChat, LINE, dan sebagainya.

(Kemas Irawan Nurrachman)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement