"Di sini, kami belum menentukan di mana tepatnya kantor kami akan dibangun nantinya, tapi kami sudah punya perwakilan di Jakarta. Kami akan bekerja sama dengan komunitas-komunitas lebih dekat untuk mengetahui apa yang mereka butuhkan," ungkap Durov.
Baca juga: Bikin Ngiler! CEO Telegram Makan Bakwan Jagung hingga Gurame Bareng Menkominfo
Durov juga memiliki beberapa solusi agar peristiwa pemblokiran seperti ini tak akan terjadi lagi di negara manapun atas platform-nya.
"Telegram itu kan komunikasi pribadi dan sosial network. Kami punya channel, punya public sharing, dan sebagainya. Kami akan mengikuti aturan pemerintah Indonesia sebagai public communication tool, mengikuti term and policy di sini," terang Durov.
(Ahmad Luthfi)