Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Akhirnya! Telegram Versi Desktop Bisa Diakses, Blokir Sudah Dibuka?

Ahmad Luthfi , Jurnalis-Kamis, 10 Agustus 2017 |15:13 WIB
Akhirnya! Telegram Versi <i>Desktop</i> Bisa Diakses, Blokir Sudah Dibuka?
(Foto: Screenshot)
A
A
A

JAKARTA - Pengguna sudah bisa mengakses kembali layanan Telegram untuk versi desktop. Sebelumnya, pada 14 Juli 2017 Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah meminta Internet Service Provider (ISP) untuk melakukan pemutusan akses (pemblokiran) terhadap sebelas Domain Name System (DNS) milik Telegram.

Adapun ke-11 DNS yang diblokir sebagai berikut: t.me, telegram.me, telegram.org, core.telegram.org, desktop.telegram.org, macos.telegram.org, web.telegram.org, venus.web.telegram.org, pluto.web.telegram.org, flora.web.telegram.org, dan flora-1.web.telegram.org. Dampak terhadap pemblokiran ini adalah tidak bisa diaksesnya layanan Telegram versi web (tidak bisa diakses melalui komputer).

Baca juga: Usai Telegram, Akankah Facebook Cs Diblokir?

Pantauan Okezone, kini website https://web.telegram.org bisa diakses dan pengguna bisa melakukan login. Untuk melakukan login di tampilan desktop PC, pengguna harus memasukan nomor telefon yang sudah teregistrasi di Telegram.

Saat dikonfirmasi, Noor Iza Plt Biro Humas Kementerian Kominfo membenarkan bahwa Telegram versi desktop sudah mulai bisa diakses di Tanah Air. Bahkan, Kominfo tampaknya akan menyampaikan secara resmi pada acara jumpa pers yang digelar di Gedung Kominfo pada sore hari ini.

Sekadar informasi, Kominfo telah menjelaskan bahwa pemblokiran Telegram harus dilakukan karena banyak sekali kanal yang ada di layanan tersebut bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing images, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement